Sitemap
Versi cetak
Terakhir Update:
April 28. 2012 02:01:17

Home

Dengan sedikit kita berbagi....  agar bermanfaat bagi sesama

- Welcome and wilujeng sumping di Website kami BPTPH Jawa Barat dengan semangat dalam mengawal pertanaman Pangan dan hortikultura dari gangguan OPT dan DPI untuk mencapai swasembada dan swasembada berkelanjutan tahun 2011--- situs alumni SLPHT dan para POPT se Jawa Barat infoopt Sajian informasi profesional (1) Displin dan bermoral tinggi, (2) Proaktif-kreatif- dan inofatif,(3) Berjiwa wirausaha, (4) Berorientasi pada prestasi, (5) Haus akan ilmu pengetahuan, (6) Berorientasi ke masa depan, (7) Berdedikasi dan bertanggung jawab - - optjabar situsnya POPT dan alumni Jawa Barat infoopt BISA mengawal pertanaman tanaman Pangan dan Hortikultura diJawa Barat

Terbaru


Profil Desa PHT di Desa Margahayu kecamatan Manonjaya Tasikmalaya  
Bimbingan POPT  Adang Supriatna.,SP.,M.P

Desa Margahayu merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Manonjaya kabupaten Tasikmalaya. Berada pada jarak 2 KM ke arah selatan dari pusat kota kecamatan, dan berbatasan langsung dengan wilayah Kota Tasikmalaya.  Memiliki wilayah seluas 244 Ha, terdiri atas lahan darat seluas 153 Ha . dan Lahan Sawah 91 Ha.  Untuk lahan darat komoditas dominannya  adalah salak, sedangkan untuk basis ekologi lahan sawah, komoditas dominannya adalah padi sawah.  
      Kelembagaan tani yang ada di Desa Margahayu teridiri atas 4 Kelompoktani, yaitu  Jembar Karya, Jembar II, Rahayu, dan Jembar Kahuripan. Selain itu terdapat 1 Gapoktan Tk. Desa, 1 Gapoktan Tk. Kecamatan dan 1 kelompok  P3A/Mitra Cai.            
Melihat dari potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia, serta pranata pendukung lainnya, Desa Margahayu mempunyai peluang untuk mengembangkan teknologi Pengendalian Hama Terpadu (PHT) melalui sistem pembinaan Desa PHT, maka pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2008 dimulai pengembangan Desa PHT.

Secara konkrit visi penumbuhan dan pengembangan Desa PHT diuraikan pada tujuan dan keluaran di bawah ini : 1. Tujuan       Melembagakan sistem PHT dalam pengelolaan usahatani untuk mencapai ketahan pangan dan keamanan pangan di tingkat desa.       

Memacu proses pengendalian OPT melalui pemberdayaan kelembagaan tani tingkat desa dalam memperoleh, menguasai dan memanfaatkan teknologi PHT. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani melalui penguatan studi PHT sehingga mampu merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan PHT dalam seluruh proses budidaya tanaman.Meningkatkan peran kelembagaan pemerintah desa beserta kelembagaan lainnya yang berada di wilayah desa sebagai kelembagaan penggerak dan pengelola sistem usahatani berbasis PHT. 

Sasaran yang diharapkan adalah terwujudnya desa PHT yang dicirikan : (a) Tumbuh dan berkembangnya kelembagaan petani di wilayah pedesaan yang aktif menyelenggarakan/mendukung penerapan sistem PHT, (b) Petani dalam kelembagaan kelompok tani melakasanakan budidaya tanaman berbasis PHT (ramah lingkungan), (c)Tersedianya media jaringan komunikasi petani yang aktif, yaitu adanyan pertemuan berkala kelembagaan tani dalam mengantisipasi(pengamatan, peramalan OPT), merekomendasikan tindakan pengendalian, dan sekaligus bersama pemerintah desa menggerakan masyarakat tani dalam melaksanakan gerakan pengendalian hama terpadu (PHT).   Pemerintah desa dan kelembagaan petani lainnya mendukung aktif dalam penerapan usahatani ramah lingkungan berbasis PHT di desanya masing-masing . 
        Pelembagaan PHT di Jawa Barat, yaitu melalui pendekatan Desa PHT yang kerangkanya dibangun dari kelompok  tani alumni SL-PHT.      
Strategi 
      Operasional penumbuhan dan pengembangan desa PHT dilapangan perlu disusun Rencana Operasional Penumbuhan dan pengembangan desa PHT yang dapat dijadikan sebagai acuan pelaksanaan program, dengan kerangka langkah strategis sebagai berikut :
1). Identifikasi Potensi dan permasalahan usahatani di tingkat Desa : a. Identifikasi dan analisis potensi Sumberdaya Alam (SDA), Sumberdaya Manusia   (SDM) dan sumber daya lainnya  yang   berhubungan dengan masalah OPT. b.Indentifikasi dan analisis sistem usahatani, c.Penyusunan program usahatani ramah lingkungan berbasis PHT 
2). Pemasyarakatan PHT, meliputi :a. Apresiasi  PHT, b.Pelatihan- pelatihan PHT melalui SL-PHT c.Desiminasi Desa PHT      
3).  Pembentukan kelembagaan kelembagaan PHT di tingkat kelompok tani dan  desa,  meliputi : a.  Orientasi PHT bagi pengurus kelompok tani dan kelembagaan lainnya di tingkat desa  b.  Pembentukan Lahan Belajar Petani (LBP), Lahan Belajar Bersama (LBB), dan klinik tanaman serta POKJA PHT tingkat desa       
4).  Menyelenggarakan Forum-Forum PHT di tingkat desa, meliputi : a.Forum perencanaan sistem usahatani  b.Forum pengkajian dan rekomendasi pengendalian OPT    c. Forum kaderisasi petani ahli PHT d.Penyempurnaan Rencana kerja tingkat kelompok tani dan tingkat desa   5).  Fasilitas sarana pendukung penumbuhan desa PHT   6).Bimbingan dan evaluasi   
       Kegiatan yang dilakukan Forum PHT Ketepatan dalam penentuan sasaran untuk pengembangan usahatani  padi melalui penerapan prinsif PHT, memiliki peran yang cukup signifikan terhadap keberhasilannya. 
        Tahapan kegiatan sebagai berikut :1. Identifikasi sasaran (Lokasi dan petani).  Hal ini antara lain meliputi :  Kondisi hamparan usahatani (komoditas dominan,letak, sistim irigasi, dll.)   Dinamika Kelompok   Sosial ekonomi petani   Dukungan tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat     2.   Pemetaan dan analisa masalah OPT. Yaitu kegiatan untuk memecahkan berbagai masalah OPT yang mungkin timbul dalam pelaksanaan kegiatan usahatani , sehingga dapat diatasi sedini mungkin. 3.   Penyusunan program usahatani ramah lingkungan berbasis PHT. 4.   Pelaksanaan di lapangan.  Yaitu berupa pemilihan dan penerapan metode pengembangan dan pelembagaan PHT yang didasarkan atas situasi dan kondisi yang ada. 5.   Evaluasi, yaitu untuk mengukur sejauhmana rencana dapat dilaksanakan serta efektifitas dari metode yang digunakan.  
        Pemerintah desa mempunyai otoritas yang sangat kuat dalam membina masyarakatnya, tidak terlepas dalam percepatan pengembangan dan pelembagaan PHT melalui sistem pembinaan Desa PHT. Dukungan nyata yang diberikan oleh pemerintah desa Margahayu berupa menyediakan sarana kantor untuk dijadikan Seketariat Desa PHT, Pembinaan kepada semua kelompok tani, serta dukungan pendanaan berupa modal untuk pengembangan dan perbenyakan Corynebacterium, Pestisida Nabati. Aset Kelompok Tani         Aset yang dimiliki oleh kelompok tani  di Desa Margahayu Keamatan Manonjaya sampai dengan tahun 2011 sebesar  348.000.000,- 

Profil PPAH Berprestasi "SUMBER ARUM"

Profil  Pos Pelayanan Agens Hayati (PPAH)  " SUMBER ARUM"  merupakan kelompok tani sumberarum yang beralamat di Desa Talaga Kecamatan Cugenang kab. Cianjur. Pos pelayanan ini telah  mengembangkan bermacam agens hayati untuk mengendaliakan OPT pada tanaman pangan dan hortikultura. Jenis agens hayati yang dikembangkan Tricoderma spp ( cendawan antagonis), Pseudomonas flirescense (Bakteri stimulan mekanisme ketahanan tanaman), perbanyakan PDA ( isolat murni) dan pengembangan MicroBa bahan kentang.Kelompok ini telah memproduksi dan mampu menularkan hasil perbanyakanya pada kelompok lain.Pembina secara rutin oleh POPT kec. Cugenang sdra Mulyana.Pada kesempatan itu ketua kelompok PPAH tersebut Bapak Ceceng SP telah mengkaderkan pengembangan agens hayati ini pada sdri Lisdawati  yang beralamat di kmp. Kabandungan desa Talaga kec. Cugenang. alhadulilah  cukup berkembang. Jumlah kelompok 20 orang  dengan komoditas utama Pisang, cabe tomat, cesin dan telah mapu memasarkan produknya ke tingkat supermarket. OPT yang utama yang dikendalikan yakni layu fusarium, virus kuning, altenaria, phithopthora, virus krupuk dan Pseudimonas.(ek)   

Profil Kelompok tani" BUYUT MUSA"

Kelompok tani Buyut musa  diantara kelompok tani yang berhasil dari pengengembangan agens hayati dalam upaya turut mengendalikan OPT dengan mengunakan agens hayati dan pestisida nabati. Alamat kelompok tani ini di desa Cinunuk Kecamatan Lelea kabupaten Indramayu.  Ketua Sdra Johari telah menerima penghargaan beberapa kali dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten dan bapak menteri pertanian. Jumlah anggota 58 orang dengan luasan hamparan 66 ha. Setelah mengikuti SLPHT kelompok tani ini menabung peranggota 50.000 ribu  sejak tahun 1999 dan kini telah mencapai Rp. 258.848.801 (tahun 2008). kekompakan, kejujuran disertai kerja keras membuahkan hasil demikian.Kedepan terobosan organik akan pesat dikembangkan sehubungan dengan banyaknya permintaan  hal ini sangat berpeluang untuk lebih meningkatkan modal yang sudah ada. (ek)

BUY

BUY
oo

nformasi terbaru 
 


infoopt.com

.